Strategi Survival di Masa Corona

Standard

#31HariMenulis Hari ke-13

Inventure (2020)

JANGAN MENJADI KATAK YANG DIREBUS!!!

Banyak entrepreneur menganggap bahwa krisis Covid-19 adalah SEMENTARA. Korban terinfeksi mulai teridentifikasi, jumlahnya melonjak, korban meninggal mencapai puncak, kemudian jumlahnya pelan-pelan menurun dan krisis pun berakhir.

Itu sebabnya yang kita lakukan adalah WAIT & SEE. Ditunggu perkembangan, sambil lihat-lihat, toh nanti akan kembali normal seperti sediakala.

Kalau sudah begitu maka kita terjebak pada pola pikir “KATAK DIREBUS”. NO!!!

BERPIKIR NEW NORMAL!!!

Untuk menciptakan SENSE OF CRISIS langkah pertama adalah Anda harus punya BELIEF bahwa semua situasi baru ini adalah NEW NORMAL yang
tak bakal balik lagi.
SOCIAL DISTANCING is a the NEW NORMAL
STAY @ HOME LIFESTYLE is the NEW NORMAL
STAY @ HOME ECONOMY is the NEW NORMAL
Kalau Anda berpikir kondisi saat ini bakal PERMANEN seterusnya, maka Anda harus SURVIVE dengan masuk ke STAY @ HOME BUSINESS.

AGILE!!!

Beberapa waktu ke depan adalah minggu-minggu yang berat karena satu-persatu perusahaan berada di posisi SURVIVAL MODE. Yaitu jungkir-balik melakukan apapun agar bisa bertahan di tengah krisis: mengais omset, cashflow masuk, dan kalau bisa tidak melayoff karyawan.

Saya menyebutnya SURVIVAL INNOVATION, yaitu inovasi belok arah, mengubah model bisnis, atah bahkan beralih (pivot) usaha untuk bisa survive untuk mendapatkan omset dan cash.
Contohnya:
– Resto dan hotel mengubah model bisnisnya menjadi FOOD DELIVERY SERVICES.
– Martha Tilaar menyulap fasilitas produksi kosmetiknya ke pembuatan HAND SANITIZER.
– Lippo mengubah mal Lippo Mampang Plaza menjadi RUMAH SAKIT khusus penderita Covid-19.
– Hotel Ambhara menawarkan SANITIZED SERVICES ke rumah-rumah.
– Es Teller 77 menutup beberapa gerai dan beralih menjual produk FROZEN FOOD.
Aksi cepat perusahaan-perusahaan di atas untuk survive menyadarkan saya apa makna kata AGILITY dalam bisnis. Mereka merespons krisis dengan SUPER CEPAT, LENTUR, TERUKUR, tanpa kehilangan MOMENTUM dan VISI. Itulah AGILITY.

Mereka AGILE karena memang tak ada pilihan, itulah PILIHAN SATU-SATUNYA. Mereka AGILE karena KEPEPET dipaksa keadaan. AGILITY adalah ASET PALING BERHARGA di saat krisis.

SURVIVAL INNOVATION

CORE
Manfaatkan aset/produk yang ada untuk melayani konsumen eksisting dan melakukan penetrasi agresif.
Case: Ruangguru, Netflix, GoFood, dll.
ADJACENT
Masuk ke bisnis-bisnis baru dengan memanfaatkan produk/aset dan pasar yang terkait.
Case: Resto (Food Delivery), Hotel (Sanitized Services), Cosmetics (Hand Sanitazer)
TRANSFORMATIONAL
Mengembangkan bisnis baru untuk pasar yangbaru atau bahkan sebelumnya tidak ada.
Case: Mal (Rumah Sakit)

Inventure (2020)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *