PELAJARAN MARKETING DARI BOHEMIAN RHAPSODY.

Standard

#31HariMenulis Day-2


Semalam, ketiga kalinya saya menonton film yg berkisah tentang perjalanan band legendaris Queen (atau lebih tepatnya Freddie Mercury).

Terlepas bumbu-bumbu fiksinya, sebagai praktisi marketing saya tertarik dg beberapa adegan yg memberikan inspirasi tentang Queen as a brand.

###
1. Brand Positioning (DNA)

Saat berdebat dg produser EMI tentang album Night at the Opera, Queen menolak menggunakan formula yg sama dg album pertama, karena mereka adalah Queen – 4 orang aneh yg tidak cocok bermain utk orang aneh lain, orang2 yg dikucilkan yg juga merasa tidak cocok dg lingkungannya.

Queen tidak mau terjebak pada formula industri musik yg mainstream. Mereka ingin men-drive market dg racikan mereka sendiri, rock n roll yg beradu dg nada2 tinggi ala opera dan lirik yg penuh metafora dan misteri, Bohemian Rhapsody!

Ya, marketing adalah tentang authenticity! Dengan positioning yg clear dan diferensiasi yg unik, brand anda akan outstanding di pasar.

###
2. Part of the Show

Saat suntuk menunggu Freddie yg tak kunjung tiba untuk latihan, Brian May tiba-tiba kepikiran membuat lagu yg melibatkan penonton sbg bagian dari pertunjukan. Maka, terciptalah lagu “We Will Rock You” dg intro lagu yg mengajak penonton bertepuk tangan beriringan dg ketukan drum.

Ide ini sungguh jenius, karena sejatinya marketing yg paripurna adalah tentang co-creation antara brand dg customer. Dengan melibatkan penonton sbg bagian dari pertunjukan, terjadi horisontalisasi dimana brand adalah fasilitator yg menjadi enabler dlm memberdayakan customer.

Be an authentic brand, and get connected with your customer!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *