Inovasi Marketing di Masa Corona (Part-2)

Standard

#31HariMenulis Hari ke-10

Melanjutkan tulisan kemarin tentang ide-ide inovasi marketing yang bisa dilakukan oleh perusahaan atau brand selama (dan sesudah) masa pandemi ini. Saya tambahkan 5 lagi contoh inovasi marketing agar genap menjadi 10

6. Date From Home

Aktivitas rumah yang kian monoton dan membosankan, mendorong dating apps startup Hinge membuat fitur baru yang memungkinkan penggunanya melakukan “date from home” secara virtual.

Hinge meluncurkan fitur “date from home” dimana pengguna menemukan jodohnya, maka si partner menyetujui fitur video call yang ditawarkan dan
merekomendasikan topik-topik yang pas saat melakukan video call. Mulai dari yoga bareng, main video game bareng, hingga belajar masak berdua secara virtual.

7. Virtual Tours

Sektor pariwisata sangat terpukul dengan adanya wabah COVID-19. Semua destinasi wisata tutup dan sepi pengunjung karena adanya social distancing. Peranan inovasi teknologi sangat membantu pariwaisata untuk survive di masa krisis.

Vietnam meluncurkan fitur “360 degrees heritage site” untuk melihat berbagai situs bersejarah Vietnam secara virtual. Faroe Islands yang berlokasi di Denmark bekerjasama dengan Forget Drones besutan Amazon meluncurkan inovasi layanan online virtual tour. Di level lokal, kini mulai bermunculan pula paket-paket wisata virtual berbayar yang dipandu oleh guide profesional.

8. Banking From Home

Di saat nasabah tidak bisa mengunjungi gerai bank, aplikasi berbasis perbankan mulai memperkaya fitur mereka agar semua solusi layanan bisa dihadirkan dalam aplikasi tersebut.

Berbagai fitur mulai dari layanan buka rekening baru, transaksi bisnis dan tagihan kantor, sampai limit transaksi harian yang mencapai Rp 250 juta bisa dilakukan dalam genggaman. hal ini membuat aplikasi banking from home menjadi unggulan yang ditawarkan kepada nasabah di kala krisis.

9. Resto @ Home

Sektor resto & kafe merupakan yang paling terdampak dari krisis wabah COVID-19 saat ini, tidak ada konsumen yang mau makan dine-in di tempat. Maka dari itu mereka berusaha berinovasi dengan menghadirkan “resto experience” ke dalam rumah konsumen.

Magal, Raa Cha dan Shabu Jin yang terkenal dengan resto BBQ dan shabu-shabunya menghadirkan layanan home delivery “BBQ at home”. Mulai dari bahan makanan, condiment sampai alat masak dan piringnya semua disediakan dan dikirim ke rumah konsumen.

10. Kopi Literan

Di saat semua orang di rumah, konsumsi produk kuliner rumahan seperti frozen food dan family-size product ikut meningkat. Hal ini dimanfaatkan oleh pemilik coffee shop untuk membuat produk yang bisa dinikmati di rumah bersama keluarga.

Pemain lokal seperti Kopi Tuku, Kopi Toko Djawa dan Bahagia Kopi mengeluarkan varian “Kopi Seliter” untuk segmen konsumen yang ingin menikmati kopi di rumah. Dengan memanfaatkan delivery channel “Kopi Seliter” berhasil menopang pendapatan di saat krisis COVID-19.

Bonus: Social Distancing Friendly Design

'shield' is a bench to fight COVID-19 designed by antonio lanzillo & partners designboom
Gambar dari sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *