Strategi Promosi Pariwisata Indonesia

Standard

#31HariMenulis Hari ke-20

Kemarin nulis tentang strategi marketing yang dilakukan untuk pariwisata Indonesia. Strategi ini memodifikasi model dari Philip Kotler dimana 3 elemen utama marketing yaitu Positioning – Differentiation – Branding atau yang sering disebut dengan segitiga PDB, diubah sedikit menjadi Destination – Origination – Time.

Nah, kali ini saya akan melanjutkan turunan strategi marketing tersebut dalah hal promosi pariwisata Indonesia. Strategi promosi yang dilakukan menggunakan pendekatan Branding – Advertising – Selling (BAS).

Branding adalah awal untuk menciptakan awareness dan association terhadap brand Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia, advertising dan selling adalah mendorong wisatawan untuk mengunjungi destinasi-destinasi yang kita tawarkan dengan aktivitas promosi.

Aktivitas branding dilakukan dengan meningkatkan ekuitas brand Wonderful Indonesia (national branding & regional branding) dan Pesona Indonesia di tingkat lokal. Branding dilakukan secara soft selling.

Wonderful atau Pesona Indonesia adalah janji Pariwisata Indonesia kepada dunia. Kata “Wonderful” atau “Pesona” mengandung janji bahwa Indonesia kaya atas ketakjuban, dari segala manusia atau alamnya, yang mengusik kalbu dan menjanjikan pengalaman baru yang menyenangkan.

Indonesia percaya bahwa dunia akan menjadi tempat yang lebih baik memiliki kesempatan untuk menikmati “World of Wonderful”.

Berbagai aktivitas dilakukan untuk mendongkrak brand “Wonderful Indonesia” seperti pemasangan TVC di berbagai channel televise seperti CNN atau NatGeo, memasang billboard di Times Square, memasang stiker di bus-bus atau taksi di London hingga melalui channel-channel digital.

Iklan Wonderful Indonesia di Piala Dunia Rusia 2018

Sementara aktivitas advertising dilakukan dengan mempromosikan destinasi, atraksi dan event pariwisata yang sifatnya sudah hard selling. Misalnya mempromosikan Asian Games di Tiongkok, Tour D’Singkarak ke Eropa atau Jember Fashion Carnival ke India.

Print Ad Wonderful Indonesia di Media Tiongkok

Sedangkan Aktivitas selling mengkonversi hasil branding dan advertising menjadi penjualan atau wisatawan melakukan book dan pay. Kementerian Pariwisata melakukan banyak aktivitas selling seperti sales mission ke berbagai negara originasi maupun mengikuti pameran-pameran pariwisata yang besar seperti ITB Berlin, PATA Travel Mart dan sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *